Senin, 18 November 2019

Kamis, 20 Desember 2018 16:23

NAIK TINGKAT, GUBERNUR RIAU TERIMA ANUGERAH PARAHITA EKAPRAYA 2018 DI ISTANA WAKIL PRESIDEN

E-mail Cetak PDF

JAKARTA – Bertempat di Istana Wakil Presiden, Gubernur Riau, H Wan Thamrin Hasyim menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2018, Rabu (19/12/2018).

 

Penghargaan yang diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan disaksikan langsung Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla tersebut merupakan apresiasi dari negara yang kedua kalinya diterima Pemerintah Provinsi Riau karena dinilai mampu mengintegrasikan komitmen dan sumberdaya yang dimiliki untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui Pengarusutamaan Gender dan Pengarusutamaan Hak Anak di wilayahnya.

“Alhamdulillah tahun ini kita naik peringkat dari Pratama di tahun 2016 lalu menjadi Madya ditahun ini. Semua ini tak lepas dari komitmen dan dukungan semua pihak yang turut serta memberi andil dalam kemajuan pembangunan di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di provinsi Riau beberapa tahun terakhir ini,” Jelas Gubernur Riau, H Wan Thamrin Hasyim.

Gubernur Riau mejelaskan ada tujuh prasyarat yang menjadi indikator penilaian untuk mendapatkan APE tersebut diantaranya komitmen, kebijakan, kelembagaan SDM dan anggaran, data, sistem informasi, metode serta peran masyarakat dan dunia usaha. Untuk itu ia mengaku bersyukur atas diraihnya pengahargaan tersebut dan berharap kedepannya sinergi dan kerjasama lintas instansi/lembaga ini dapat terus ditingkatkan.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas PPPA Provinsi Riau, Tengku Hidayati Effiza yang turut serta mendampingi Gubernur Riau saat menerima penghargaan APE, menjelaskan ada beberapa tantangan kedepan untuk mewujudkan Provinsi Riau agar responsif bagi perempuan dan anak. “Ada PR (Pekerjaan Rumah) besar yang harus kita selesaikan pekerjaannya secara bersama-sama agar ditahun berikutnya raihan prestasi ini dapat ditingkatkan, salah satunya adalah penekanan angka kekerasan yang dialami perempuan dan anak”, jelasnya.

Untuk menekan angka kekerasan perempuan dan anak tersebut, Dinas PPPA pada pelaksanaan Peringatan Hari Ibu ke-90 Tingkat Provinsi Riau pada tanggal 17 Desember yang lalu telah mendeklarasikan program Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak Dari Keluarga (CEK PUAN RIKA). “Program ini kedepannya akan menjadi program pencegahan berbasis aplikasi online pada smartphone yang diharapkan mampu membantu masyarakat dalam hal memperoleh informasi terkait penguatan ketahanan keluarga baik melalui layanan konseling, ekspose data maupun pengaduan kasus ke lembaga tekhnis terkait. Semoga inovasi ini dapat memberi manfaat bagi kemajuan pembangunan di Provinsi Riau kedepannya,” tutup Tengku Evi dalam pesan singkatnya. (MediaCenterDPPPARiau)